NAMA : HERA FITRIANI
NPM 24209760
TUGAS 1 SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI
ETIKA
yang diterapkan dalam perilaku sehari-hari
Ethikos merupakan bahasa yunani
kuno yang berarti "timbul dari kebiasaan" adalah cabang utama
filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai
standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep
seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Para ahli berpendapat
bahwa etika adalah :
· Drs. O.P.
Simorangkir : Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku
menurut ukuran dan nilai yang baik.
· Drs. Sidi
Gajalba dalam sistematika filsafat : Etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat
ditentukan oleh akal.
· Drs. H.
Burhanudin Salam : Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai
norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Berdasarkan beberapa pendapat
para ahli, maka saya menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan etika adalah suatu
cabang dari ilmu filsafat yang berbicara tentang perilaku atau tingkah laku
manusia yang dapat diukur atau dinilai dari baik, buruk, benar salah, dan tanggung
jawab di dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial.
Contoh etika yang berlaku di
Indonesia, dan apakah kegiatan tersebut telah diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari :
1. Mencium
tangan orang tua sebelum ataupun sesudah berpergian. Hal tersebut adalah cara
menghargai kedua orang tua, dan juga sebagai perhomohonan doa agar selalu
diberi keselamatan dalam melakukan berbagai hal. Kegiatan yang berulang ini
telah saya jalankan setiap harinya.
2.
Sopan dalam
berperilaku, seperti mengucap kata “permisi’’ apabila kita melewati/hendak
melakukan sesuatu terhadap seseorang yang berdekatan.
3.
Mengucap
salam dan mengetuk pintu apabila bertamu ke rumah orang lain. Menandakan bahwa
kita pribadi yang santun dan saya telah membiasakan diri dalam hal ini.
4.
Tidak
memotong pembicaraan orang lain apalagi saat dia hendak memberikan pendapat.
Janganlah tiba-tiba kita memotong pembicaraan tersebut, tunggulah setelah dia
selesai berbicara.
5. Selalu
menjaga ucapan yang keluar dari mulut kita, pepatah mengatakan “mulutmu
harimaumu”, maka janganlah kita sembarang berbicara karena dapat menyakiti
perasaan orang lain. Suatu ketika sering sekali kita bercanda dengan teman,
akan tetapi teman kita tidak bias menerima perkataan kita maka dia merasa
tersinggung dan marah kepada kita.
6. Mendahulukan
orang tua, lansia, penyandang cacat dan ibu hamil. Hal tersebut sering terjadi
pada saat kita berkendaraan. Terkadang banyak anak muda sekarang tidak peduli
akan sekitar. Akan tetapi, jujur saya selalu bangun dan memberi tempat bagi
mereka yang membutuhkan.
7. Membuang
sampah pada tempatnya. Untuk hal yang satu ini terkadang saya melanggarnya,
karena beberapa alasan terutama di angkot dan dijalan raya yang masih sulit
menemukan adanya tong sampah.
8.
Memberi dan
menerima dengan tangan kanan dianggap hal yang sopan yang berlaku di Indonesia.
Hal ini sudah diajarkan dan dibiasakan sejak dini oleh orang tua.
9. Bertegur
sapa dengan seseorang yang kita anggap kenal. Hal tersebut bernilai positif,
menjauhkan kita dari pikiran seseorang yang menganggap kita sombong.
10.
Menghormati
dan menghargai dosen selaku orang yang mengarahkan dan memberi ilmu pengetahuan
kepada mahasiswa. Contohnya seperti mendengarkan dan menyimak materi yang telah
dosen arahkan kepada kita, kurangi membicarakan hal yang tidak penting/bergosip
pada saat dosen memberikan materi.
11. Berusaha
selalu menjaga perasaan orang lain. Tidak boleh saling menghina, mencela,
ataupun menyindir.
12. Etika dalam
berbusana, contohnya pada saat praktikum di lab. Univ. gunadarma, kita harus
memakai kemeja dan rok dibawah lutut bagi perempuan dan untuk laki-laki tidak
boleh memakai celana jeans. Tujuannya agar kita terbiasa berpakaian rapi pada
saat kita bekerja nanti. Akan tetapi masih banyak mahasiswa yang melanggarnya,
berpakaian terlalu ketat. Sedangkan dalam keseharian kita juga tidak boleh
memakai busana yg seksi karena dapat mengundang orang yang ingin berbuat kejahatan
yang tidak diinginkan.
13.
Tepat waktu
dalam perkuliahan. Saya sendiri terkadang melanggarnya, apalagi pada saat
perkuliahan di depok, dikarenakan jarak antara rumah dengan kampus cukup jauh.
Sebaiknya kita tepat waktu berada didalam kelas sebelum dosen mengajar, karena
pada saat mahasiswa yang terlambat masuk kedalam kelas pandangan kita akan
teralihkan ke orang tersebut.
14.
Mengucap
kata “maaf” apabila melalukan kesalahan. Saya selalu berusaha melakukannya
apabila saya melakukan kesalahan.janganlah merasa gengsi untuk meminta maaf
terlebih dahulu.
15. Mengucap
kata “terima kasih”. Saya telah menerapkan hali ini dalam keseharian. Berterima
kasihlah pada seseorang yang telah membantu kita dalam hal sekecil apapun.
Karena dengan ini setidaknya membuat orang tersebut dihargai atas apa yang
telah mereka lakukan terhadap kita.
16. Jujur dalam
berkata dan bertindak. Walaupun terkadang kata kebanyakan orang berbohong demi
kebaikan, akan tetapi saya tetap berusaha berperilaku jujur dalam kata maupun
tindakan yang saya lakukan. Karena sesekali kita melakukakan kebohongan maka kebohongan
tersebut akan sering terulang kembali.
17. Budayakan
antre, sering kita mendengar kata tersebut. Karena dengan mengantre akan
membuat suasana lebih tertib dan teratur. Saya tipe orang yang cukup sabar dan
selalu berusaha untuk tertib dalam mengantre.
18. Tidak
merusak fasilitas umum. Sering kali saya melihat tembok-tembok dijalan, bus,
ditelepon umum, jembatan terdapat banyak coretan dan pengrusakan. Saya bukan
salah satu dari mereka yang melakukan hal tersebut.
19. Tidak membuang angin/kentut sembarangan. Pada saat berkumpul dengan
keluarga, teman, dimana saja, kapan saja, atau dengan siapa saja sebaiknya
tidak melakukan hal tersebut dengan sengaja. Hal ini mencerminkan etika yang
tidak baik dan kurang sopan. Sayapun tidak menyukainya apabila ada seseorang
seperti itu, maka saya sendiri tidak mungkin melakukan hal tersebut. Jika saya
ingin membuang angin sebaiknya izin permisi ke belakang dan keluar dari
ruangan.
20.
Sama halnya dengan poin nomor 19, tidak bersendawa pada saat makan. Terkadang saya melakukan hal itu,
akan tetapi dengan cara yang sopan dan wajar yaitu menutup mulut dan tidak
dengan cara yang berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar