Senin, 08 Oktober 2012

TUGAS 1 ETIKA PROFESI AKUNTANSI


NAMA : HERA FITRIANI
NPM 24209760
TUGAS 1 SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI
 


ETIKA yang diterapkan dalam perilaku sehari-hari


Ethikos merupakan bahasa yunani kuno yang berarti "timbul dari kebiasaan" adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Para ahli berpendapat bahwa etika adalah :
·      Drs. O.P. Simorangkir : Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
·     Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
·       Drs. H. Burhanudin Salam : Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, maka saya menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan etika adalah suatu cabang dari ilmu filsafat yang berbicara tentang perilaku atau tingkah laku manusia yang dapat diukur atau dinilai dari baik, buruk, benar salah, dan tanggung jawab di dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial.
Contoh etika yang berlaku di Indonesia, dan apakah kegiatan tersebut telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :
1.   Mencium tangan orang tua sebelum ataupun sesudah berpergian. Hal tersebut adalah cara menghargai kedua orang tua, dan juga sebagai perhomohonan doa agar selalu diberi keselamatan dalam melakukan berbagai hal. Kegiatan yang berulang ini telah saya jalankan setiap harinya.
2.     Sopan dalam berperilaku, seperti mengucap kata “permisi’’ apabila kita melewati/hendak melakukan sesuatu terhadap seseorang yang berdekatan.
3.     Mengucap salam dan mengetuk pintu apabila bertamu ke rumah orang lain. Menandakan bahwa kita pribadi yang santun dan saya telah membiasakan diri dalam hal ini.
4.     Tidak memotong pembicaraan orang lain apalagi saat dia hendak memberikan pendapat. Janganlah tiba-tiba kita memotong pembicaraan tersebut, tunggulah setelah dia selesai berbicara.
5.  Selalu menjaga ucapan yang keluar dari mulut kita, pepatah mengatakan “mulutmu harimaumu”, maka janganlah kita sembarang berbicara karena dapat menyakiti perasaan orang lain. Suatu ketika sering sekali kita bercanda dengan teman, akan tetapi teman kita tidak bias menerima perkataan kita maka dia merasa tersinggung dan marah kepada kita.
6.    Mendahulukan orang tua, lansia, penyandang cacat dan ibu hamil. Hal tersebut sering terjadi pada saat kita berkendaraan. Terkadang banyak anak muda sekarang tidak peduli akan sekitar. Akan tetapi, jujur saya selalu bangun dan memberi tempat bagi mereka yang membutuhkan.
7. Membuang sampah pada tempatnya. Untuk hal yang satu ini terkadang saya melanggarnya, karena beberapa alasan terutama di angkot dan dijalan raya yang masih sulit menemukan adanya tong sampah.
8.     Memberi dan menerima dengan tangan kanan dianggap hal yang sopan yang berlaku di Indonesia. Hal ini sudah diajarkan dan dibiasakan sejak dini oleh orang tua.
9.    Bertegur sapa dengan seseorang yang kita anggap kenal. Hal tersebut bernilai positif, menjauhkan kita dari pikiran seseorang yang menganggap kita sombong.
10.       Menghormati dan menghargai dosen selaku orang yang mengarahkan dan memberi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Contohnya seperti mendengarkan dan menyimak materi yang telah dosen arahkan kepada kita, kurangi membicarakan hal yang tidak penting/bergosip pada saat dosen memberikan materi.
11.    Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain. Tidak boleh saling menghina, mencela, ataupun menyindir.
12.    Etika dalam berbusana, contohnya pada saat praktikum di lab. Univ. gunadarma, kita harus memakai kemeja dan rok dibawah lutut bagi perempuan dan untuk laki-laki tidak boleh memakai celana jeans. Tujuannya agar kita terbiasa berpakaian rapi pada saat kita bekerja nanti. Akan tetapi masih banyak mahasiswa yang melanggarnya, berpakaian terlalu ketat. Sedangkan dalam keseharian kita juga tidak boleh memakai busana yg seksi karena dapat mengundang orang yang ingin berbuat kejahatan yang tidak diinginkan.
13.       Tepat waktu dalam perkuliahan. Saya sendiri terkadang melanggarnya, apalagi pada saat perkuliahan di depok, dikarenakan jarak antara rumah dengan kampus cukup jauh. Sebaiknya kita tepat waktu berada didalam kelas sebelum dosen mengajar, karena pada saat mahasiswa yang terlambat masuk kedalam kelas pandangan kita akan teralihkan ke orang tersebut.
14.       Mengucap kata “maaf” apabila melalukan kesalahan. Saya selalu berusaha melakukannya apabila saya melakukan kesalahan.janganlah merasa gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu.
15.    Mengucap kata “terima kasih”. Saya telah menerapkan hali ini dalam keseharian. Berterima kasihlah pada seseorang yang telah membantu kita dalam hal sekecil apapun. Karena dengan ini setidaknya membuat orang tersebut dihargai atas apa yang telah mereka lakukan terhadap kita.
16.  Jujur dalam berkata dan bertindak. Walaupun terkadang kata kebanyakan orang berbohong demi kebaikan, akan tetapi saya tetap berusaha berperilaku jujur dalam kata maupun tindakan yang saya lakukan. Karena sesekali kita melakukakan kebohongan maka kebohongan tersebut akan sering terulang kembali.
17.     Budayakan antre, sering kita mendengar kata tersebut. Karena dengan mengantre akan membuat suasana lebih tertib dan teratur. Saya tipe orang yang cukup sabar dan selalu berusaha untuk tertib dalam mengantre.
18.   Tidak merusak fasilitas umum. Sering kali saya melihat tembok-tembok dijalan, bus, ditelepon umum, jembatan terdapat banyak coretan dan pengrusakan. Saya bukan salah satu dari mereka yang melakukan hal tersebut.
19.   Tidak membuang angin/kentut sembarangan. Pada saat berkumpul dengan keluarga, teman, dimana saja, kapan saja, atau dengan siapa saja sebaiknya tidak melakukan hal tersebut dengan sengaja. Hal ini mencerminkan etika yang tidak baik dan kurang sopan. Sayapun tidak menyukainya apabila ada seseorang seperti itu, maka saya sendiri tidak mungkin melakukan hal tersebut. Jika saya ingin membuang angin sebaiknya izin permisi ke belakang dan keluar dari ruangan.
20.       Sama halnya dengan poin nomor 19, tidak bersendawa pada saat makan. Terkadang saya melakukan hal itu, akan tetapi dengan cara yang sopan dan wajar yaitu menutup mulut dan tidak dengan cara yang berlebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar