Saya begitu tertarik melihat olahraga yang satu ini, yaitu sepak bola. Sekarang ini tidak hanya bapak-bapak saja yang gemar menonton sepak bola, akan tetapi mulai dari anak-anak, remaja, tua-muda, laki-laki maupun kaum perempuan, dari kota besar hingga daerah sangat menyukai olahraga ini. Sepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki. Usaha membuka lahan bermain atau dimana kalian bisa mengeluarkan bakat/hobi kalian dalam bermain sepak bola sangat diminati para investor saat ini. Jika teman-teman ingin melakukan kegiatan ini sebagai hobi, jangan khawatir mengenai tempat karena sekarang ini banyak sekali tempat olahraga futsal dengan harga yang relatif murah.
Terakhir saya menyaksikan langsung pertandingan final antara Indonesia vs Malaysia dalam Seagames 2011 beberapa pekan lalu. Untuk mendapatkan tiket pertandingan final tersebut saya rela mengantri berjam-jam bersama adik saya. Suasana pada saat antrian amat ramai, padat, dan penuh emosi akibat dari teriknya matahari dan juga lamanya pelayanan panitia. Saya merasa sangat kurang puas mengenai pelayanan tiket tersebut. Loketnya sangat terbatas, syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku sangat menyulitkan. Satu KTP hanya mendapatkan 2 tiket saja, dan satu orang hanya diperbolehkan membawa satu KTP.
Hal tersebut membuat calon penonton sangat kecewa. Tidak hanya itu, panitia sangat lambat dan sedikit, menuliskan nomor KTP, Nama, dan jumlah tiket menurut saya sangat tidak efektif, sebaiknya voucher tersebut telah dituliskan nomor, jumlah tiket dan harga agar pada saat pembagian hanya menuliskan nomor KTP saja. Didalam antriannya pun tidak ada yang mengawasi atau semacam penjagaan, menurut saya seharusnya keamanan lebih dijaga dan dalam antrian dibedakan untuk wanita dengan pria. Antrian berjam-jam, berdesak-desakan tidak membuat saya menyerah untuk mendapatkan tiket tersebut. Saya dan adik saya tetap menunggu dan hanya bisa bersabar sampai akhirnya kita mendapatkan 4 tiket final tersebut. Rasa lelah telah terbayarkan karena saya telah mendapatkan tiket tersebut. Dan ternyata hasil akhir dari pertandingan tersebut Indonesia lagi-lagi dikalahkan oleh Malaysia. Suasana disana cukup aman setelah mengetahui Indonesia berhasil dikalahkan oleh tim Malaysia. Akan tetapi sangat disayangkan pada saat pertandingan segera dimulai, pintu-pintu berhasil diterobos oleh para suporter sampai akhirnya memakan dua orang korban meninggal akibat berdesak-desakan hingga terinjak-injak karena ingin masuk ke dalam stadion GBK tersebut. Hal tersebut membuat saya takut apabila menonton pertandingan secara langsung di GBK karena kurangnya keamanan dari pihak yang terkait.
Terakhir saya menyaksikan langsung pertandingan final antara Indonesia vs Malaysia dalam Seagames 2011 beberapa pekan lalu. Untuk mendapatkan tiket pertandingan final tersebut saya rela mengantri berjam-jam bersama adik saya. Suasana pada saat antrian amat ramai, padat, dan penuh emosi akibat dari teriknya matahari dan juga lamanya pelayanan panitia. Saya merasa sangat kurang puas mengenai pelayanan tiket tersebut. Loketnya sangat terbatas, syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku sangat menyulitkan. Satu KTP hanya mendapatkan 2 tiket saja, dan satu orang hanya diperbolehkan membawa satu KTP.
Hal tersebut membuat calon penonton sangat kecewa. Tidak hanya itu, panitia sangat lambat dan sedikit, menuliskan nomor KTP, Nama, dan jumlah tiket menurut saya sangat tidak efektif, sebaiknya voucher tersebut telah dituliskan nomor, jumlah tiket dan harga agar pada saat pembagian hanya menuliskan nomor KTP saja. Didalam antriannya pun tidak ada yang mengawasi atau semacam penjagaan, menurut saya seharusnya keamanan lebih dijaga dan dalam antrian dibedakan untuk wanita dengan pria. Antrian berjam-jam, berdesak-desakan tidak membuat saya menyerah untuk mendapatkan tiket tersebut. Saya dan adik saya tetap menunggu dan hanya bisa bersabar sampai akhirnya kita mendapatkan 4 tiket final tersebut. Rasa lelah telah terbayarkan karena saya telah mendapatkan tiket tersebut. Dan ternyata hasil akhir dari pertandingan tersebut Indonesia lagi-lagi dikalahkan oleh Malaysia. Suasana disana cukup aman setelah mengetahui Indonesia berhasil dikalahkan oleh tim Malaysia. Akan tetapi sangat disayangkan pada saat pertandingan segera dimulai, pintu-pintu berhasil diterobos oleh para suporter sampai akhirnya memakan dua orang korban meninggal akibat berdesak-desakan hingga terinjak-injak karena ingin masuk ke dalam stadion GBK tersebut. Hal tersebut membuat saya takut apabila menonton pertandingan secara langsung di GBK karena kurangnya keamanan dari pihak yang terkait.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar